kiara.or.id

KOALISI RAKYAT UNTUK KEADILAN PERIKANAN 
 
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
  • default color
  • blue color
  • green color
Alamat Kantor Kiara yang baru: Jl. Lengkeng Blok J-5 Perumahan Kalibata Indah Jakarta Indonesia 12750


Menuntaskan Insiden Bintan
Friday, 03 September 2010
Jumat, 3 September 2010 | 03:37 WIB

Oleh M Riza Damanik
 
Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Peribahasa ini pas menjelaskan tumpukan kerugian bangsa Indonesia akibat salah kelola penyelesaian insiden perbatasan Indonesia-Malaysia pada 13 Agustus silam.

Alih-alih membebaskan dan melindungi warganya yang terjerat hukum dan tindak kekerasan di Malaysia, Duta Besar RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar justru menggelar konferensi pers di Kuala Lumpur untuk menjamin keberadaan warga Malaysia di Indonesia (Kompas, 28/8). Demikian halnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono: seakan menaikkan bendera putih dengan alpa mendesak permintaan maaf PM Malaysia Najib Tun Razak dalam surat kenegaraannya (27/8) dan dalam pernyataan resminya di Mabes TNI di Cilangkap (1/9).
Selengkapnya...
 
PERIKANAN: KKP Hentikan Pengawasan
Friday, 03 September 2010
Home

Jumat, 3 September 2010 | 03:50 WIB

Jakarta, Kompas - Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP akan menghentikan kegiatan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. Hal itu disebabkan pengawasan perairan Indonesia dinilai tumpang tindih.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Kamis (2/9), mengatakan, program pengawasan itu akan dialihkan kepada TNI Angkatan Laut tahun 2013.
Selengkapnya...
 
Nelayan di Meja Hijau
Thursday, 02 September 2010
Siaran Pers Bersama
YLBHI-LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Semarang; Layanan Advokasi Rakyat (Layar) Nusantara; Paguyuban Nelayan Lestari Kendal; Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI)  

Kendal, 2 September 2010, 6 (enam) nelayan tradisional Indonesia asal Kelurahan Brandan Timur dan Kelurahan Sei Billah, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara masih ditahan oleh Polisi Marin Malaysia di Balai Polis Kuah, Langkawi, Malaysia. Mereka adalah Zulham, Ismail, Amat, Hamid, Syahrial, dan Mahmud. Ketika Proses penyelesaian kasus tersebut belum tuntas, nelayan tradisional kembali dikejutkan dengan kriminalisasi 3 (tiga) orang nelayan asal Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Mereka adalah Junari, Tarmono dan Radi.
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 8 dari 938

Galeri KIARA

Photo Galeri

Pintu Masuk

Bergabung



Kerjasama



Statistik

Anggota: 341
Berita: 1283
Pranala: 0
Pengunjung: 157300

Kiara Info


awang.lord@yahoo.com

Menu Pengguna

Perundang-undangan

Jajak Pendapat

Setujukah Anda terhadap rencana Pemerintah membuka investasi di 12 pulau kecil terluar?
 

Pengunjung KIARA

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday304
mod_vvisit_counterYesterday354
mod_vvisit_counterThis week1753
mod_vvisit_counterThis month1032
mod_vvisit_counterAll123916

Serbaneka KIARA

Fundrising 

Kabar Bahari 

Buku Kiara