kiara.or.id

Advertisement
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/10
Perjelas Regulasi Tata Niaga
Selasa, 9 Maret 2010 | 03:08 WIB

Jakarta, Kompas - Pemerintah didesak untuk memperjelas regulasi tata niaga dan tata kelola budidaya udang nasional. Saat ini Indonesia terjebak dalam aturan standardisasi udang internasional yang dikendalikan oleh negara-negara konsumen. Hal itu melemahkan posisi tawar Indonesia sebagai negara produsen udang ketiga terbesar di dunia.

Hal itu terungkap dalam diskusi yang digelar Wahana Lingkungan Hidup, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), dan Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW) PT Aruna Wijaya Sakti di Jakarta, Senin (8/3).
Selengkapnya...
 
Berita
Budidaya Perikanan Nasional Butuh Regulasi

Senin, 08 Maret 2010 19:26 WIB

Penulis : Anindityo Wicaksono

JAKARTA--MI: Berbagai kalangan mendesak pemerintah untuk segera mengeluarkan regulasi terkait standar kegiatan budidaya perikanan nasional yang mengutamakan aspek lingkungan dan kesejahteraan petambak, terutama pada tambak-tambak intensif komoditas ekspor udang.

Pasalnya, tanpa adanya intervensi dari pemerintah, pemerintah tidak dapat mengenai sanksi perusahaan-perusahaan tambak yang melanggar praktik-praktik budidaya sesuai ketentuan sertifikasi tambak yang dikeluarkan melalui skema korporasi.

Opini
100 HARI BERWACANA: Tantangan Masih Menghadang
Senin, 15 Februari 2010 | 02:59 WIB

Oleh Riza Damanik

Tepat 28 Januari 2010, Kabinet Indonesia Bersatu genap berusia lima tahun 100 hari. Bagi keluarga nelayan dan petambak, merupakan masa panjang untuk menanti prestasi utuh yang diwacanakan oleh pemerintah.

Lebih jauh, program 100 hari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) justru mengisyaratkan pilihan yang tidak substantif sehingga gagal menggenapi target.
 
Data
Pernyataan Bersama: Stop Industri Tambak Udang yang Mengancam Kedaulatan Pangan dan Umat Manusia

Senin, 8 Maret 2010
 
Dampak merusak tambak udang di wilayah pesisir telah ditemui sejak lama. Mangrove dipangkas dan areanya dikonversi menjadi tambak. Luasan mangrove menyempit sehingga kian sulit memastikan terlindunginya pesisir dari bencana abrasi, angin topan, dan tsunami. Pemangkasan itu juga berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem. Mangrove merupakan tempat berkembangnya sejumlah spesies seperti ikan dan kepiting, termasuk penyokong kebutuhan sehari-hari penduduk pesisir dunia yang memerlukan kayu bakar serta obat-obatan.
Analisa
Kembalikan Khitah Negeri Kelautan: Laporan Publik WOC-CTI Jelang COP 15 UNFCCC di Copenhagen
ALIANSI MANADO - Jakarta, 11 Juni 2009

World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit usai diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara, 11-15 Mei 2009. Berbarengan itu, masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Manado juga menyelenggarakan International Forum on Marine and Fishery Justice di Kolongan Indah Beach Hotel, Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, 10-16 Mei 2009. Melalui forum internasional inilah, pelbagai inisiatif mandiri nelayan tradisional menghadapi krisis laut dan perubahan iklim disampaikan. 
 
Siaran Pers
Saatnya Indonesia Menjalankan Moratorium Industri Tambak Udang
Siaran Pers Bersama
Perkumpulan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW)
Koalisi Masyarakat Pentambak Indramayu (KOMPI)
Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA)
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)
Layar Nusantara
Bina Desa

Jakarta. 9 Maret 2010. Laporan Lembaga Pangan Dunia (FAO) pada tahun 2008 bertajuk The State of World Fisheries and Aquaculture menyatakan bahwa eksploitasi perikanan tangkap telah melampaui ambang batas. Selama empat dekade terakhir, dunia usaha mengembangkan potensi budidaya untuk mensuplai setengah dari total konsumsi perikanan warga dunia dalam setahun. FAO menyadari sejumlah persoalan akibat pertambakan udang skala industri dan  termasuk resiko di masa mendatang.

M. Riza Damanik Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menyatakan, ‘’Upaya pemerintah Indonesia meningkatkan produksi perikanan (utamanya) budidaya hingga 353 persen dalam periode 2010-2014 adalah berita buruk. Laju perluasan tambak berbanding lurus dengan produksi, akan tetapi berbanding terbalik dengan hasil penjualan udang Indonesia di pasar internasional yang terus menurun yakni US$11,9 per kg pada 2005 menjadi US$6,8 per kg pada 2008. Pemerintah dan petambak mengais receh dan dirundung berbagai masalah sosial dan lingkungan dari ekspor udang, sementara dunia usaha terus melakukan ekspansi.”

Aktivitas
“Perdagangan Internasional, Dimana Kesejahteraan Nelayan?”
Medan, 19 Januari 2010

No.                             : 004/B/DE-JALA/I/2010                                                                             
Hal                             :  -
Lampiran                   :  -
 
Kepada:
Yth. Pimpinan Organisasi Anggota Jaringan KIARA

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam Sejahtera untuk kita semua,
 
Salam silaturrahmi, semoga kita senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, diberi kekuatan serta kemudahan dalam menunaikan tugas sehari-hari. Amin.
 
Advertisement
  • Video

  • Aktivitas

  • Info

Pengunjung KIARA

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday56
mod_vvisit_counterYesterday377
mod_vvisit_counterThis week757
mod_vvisit_counterThis month3591
mod_vvisit_counterAll61400

Form Masuk






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Statistik

Anggota: 119
Berita: 848
Pranala: 0

Buku Baru

MENJALA IKAN TERAKHIR  Ini tidak hanya sebuah buku yang memberikan informasi, namun juga bukti keseriusan untuk mengungkap situasi kelautan Indonesia.

Serbaneka KIARA

PERNAK-PERNIK KIARA   
RUANG BACA   
BULETIN KIARA
  
South to South (StoS) adalah gerakan penyadaran dan penggalangan solidaritas dengan menggunakan film dan media visual.