kiara.or.id

Home arrow Tentang KIARA
Tentang Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Sunday, 17 August 2008

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA)

Fisheries Justice Coalition

 

I. LATAR BELAKANG

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) adalah organisasi non-pemerintah yang berdiri pada tahun 2003. Organisasi nirlaba ini diinisiasi oleh WALHI, Bina Desa, JALA (Jaringan Advokasi untuk Nelayan Sumatera Utara), Federasi Serikat Nelayan Nusantara (FSNN), dan individu-individu yang menaruh perhatian terhadap sektor kelautan dan perikanan.

Sejak awal berdiri, KIARA berkomitmen untuk memperkuat kelompok nelayan dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil agar memperoleh perlindungan dan kesejahteraan hidup yang layak dari Pemerintah Republik Indonesia. Pasca temu nasional ke-3 KIARA di Ambon, Maluku, 13-17 Januari 2009 lalu, wilayah kajian dan kerja-kerja KIARA terfokus pada: (1) Reformasi Kebijakan; (2) Industri Pertambakan Udang dan Mangrove; (3) Illegal, Unregulated, Unreported Fishing (IUUF); dan (4) Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang Adil dan Berkelanjutan.

Dalam perkembangannya, KIARA melihat bahwa persoalan kelautan dan perikanan bukanlah perkara domestik semata, melainkan sudah menjadi urusan global. Oleh karena itu, dalam mendukung kinerjanya, KIARA berupaya mendorong reformasi kebijakan yang tidak selaras dengan letak Kepulauan Indonesia yang terdiri belasan ribuan pulau besar dan kecil dengan garis pantai 95.181 km, serta luas laut 5,8 juta km2. Di samping itu, KIARA juga melakukan kampanye dan pendidikan publik di sektor kelautan dan perikanan dengan dukungan riset dan publikasi yang akuntabel.

Sejak kelahirannya, KIARA telah diakui sebagai organisasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang tertarik untuk mendalami isu kelautan dan perikanan, serta menjadi salah satu organisasi terkemuka di Indonesia.

II. WILAYAH KAMPANYE

Program kampanye di KIARA ditentukan secara independen oleh para peneliti berdasarkan urgensi isu di ranah kelautan dan perikanan. Rekomendasi kebijakan dibuat dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang sebagian besar kelompok nelayan dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia, bukan hanya kepentingan dan capaian jangka pendek sekelompok tertentu. Komitmen ini diwujudkan melalui pendekatan advokasi preventif dan responsif atas dinamika sektor kelautan dan perikanan yang telah, sedang, dan akan berlangsung.
 
Reformasi Kebijakan
Carut-marut dan inkonsistensi kebijakan negara di sektor kelautan dan perikanan kian runyam. Pelbagai aturan diambil nampak bertolak belakang dengan cita-cita dasar pendirian bangsa Indonesia. Sumber daya laut dan pessir dikeruk habis tanpa menyisakan kesejahteraan bagi nelayan tradisional, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Di sinilah letak urgensi KIARA mendesak pemerintah untuk melakukan reformasi kebijakannya di sektor kelautan dan perikanan.

Industri Pertambakan Udang dan Mangrove

Sejak kemunculannya di Indonesia, industri pertambakan udang telah menimbulkan persoalan lingkungan dan sosial. Industri ini tidak hanya melakukan konversi lahan basah dan hutan bakau, melainkan juga membebani masyarakat yang hidup di sekitar industri. Di sisi yang lain, dominasi korporasi trans-nasional (TNCs) dalam industri ini telah memberikan ancaman serius terhadap kedaulatan pangan nasional. Belum lagi, himpitan utang luar negeri yang menambah beban keuangan negara.

Illegal, Unregulated, Unreported Fishing (IUUF)

Dalam Laporan Akhir Tahun Kelautan dan Perikanan bertajuk "Gerak Mundur Kelautan Kita," yang dipublikasikan oleh KIARA (2008) menyebutkan bahwa lebih dari 748 kapal asing leluasa berlayar dan mengeruk sumber daya perikanan nasional secara ilegal. Kejahatan perikanan ini berdampak pada krisis perikanan nasional, selain akibat kegiatan ekspor yang berlebihan. Olehnya, KIARA mendesak pemerintah Indonesia untuk bertindak aktif di level nasional dan internasional untuk memberantas pelbagai model kejahatan perikanan, tak terkecuali IUUF.

Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang Adil dan Berkelajutan

KIARA meyakini bahwa masyarakat lokal memiliki kearifan dalam mengelola sumberdaya laut dan pesisir. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka juga menjaga kelestarian sumber-sumber kehidupan itu. Pada konteks inilah, KIARA berupaya mengampanyekan perlunya partisipasi aktif masyarakat lokal dalam mengelola sumberdaya pesisit berdasar kearifan lokal yang telah lama mereka hayati. Di sisi yang lain, pentingnya negara menjamin serta melindungi wilayah kelola masyarakat nelayan dan petambak tradisional adalah hal yang tak bisa dipinggirkan.

III. STRUKTUR ORGANISASI

Presidium
1. Dwi Astuti (Ketua) ( Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya / Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya )
2. Noor Aida ( Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya )  
3. Dominggus Male
4. Tejo Wahyu Jatmiko ( Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya )
5. Sukarman ( Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya )  

Sekretaris Jenderal
M. Riza Damanik ( Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya / Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya )
 
Koordinator Program dan Jaringan
Abdul Halim ( Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya / Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

 
Periset (Knowledge Management)
Midaria Novawanty Saragih ( Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya / Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Koordinator Administrasi dan Keuangan
Sri Kumalasari ( Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya )

IV. INDIVIDU DAN ORGANISASI ANGGOTA

Dalam Majelis Umum KIARA III yang diselenggarakan di Ambon, Maluku, pada tanggal 13-17 Januari 2009 lalu, jumlah organisasi anggota KIARA sebanyak 10 organisasi anggota dan 3 anggota individu.

 

No

Nama Individu/Organisasi Anggota

Alamat

1

Tejo Wahyu Jatmiko

Jakarta

 2

 Ida Ronauli

Jakarta

 3

KIKIS (Indonesian Working Group on Structural Poverty Alleviation)

Jakarta

 4

Bina Desa (Indonesian Secretariat for the Development of Human Resources in Rural Areas), Jakarta
 

Jl. Saleh Abud No. 18-19
Otto Iskandardinata, Bidaracina
Jakarta, Indonesia 13330
Telp. +62 21 8199749, 8519611
Faks. +62 21 8500052
Website: http://www.binadesa.or.id/

 5

Eksekutif Nasional WALHI

Jl. Tegal Parang Utara No.14
Jakarta 12790, INDONESIA
Tel: (0)21 791 93 363 / 794 16 72
Fax: (0)21 794 16 73
E-mail : Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Website: http://www.walhi.or.id/   

 6

JALA (Jaringan Advokasi untuk Nelayan Sumatera Utara)

Jl. Karya Kasih, No. 50 A
Medan, Johor, Sumatra Utara,  Indonesia 20144
Telp./Faks. +62 61 7872106
E-mail: Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Website: http://www.jalanet.org/

 7

 

KELOLA

Jl  Santo Josep No. 56

Kleak Lingkungan III

Manado 95115

Telp. +62 431 853407
Faks. +62 431 853407
Email: Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

 8

JPKP (Jaringan Pengembangan Kawasan Pesisir)

Buton, Sulawesi Tenggara

 9

Yayasan Nen Mas Il

 

Kotak Pos 154, Tual Maluku Tenggara 97611Telp. +62 916 21665Faks. +62 91621902Email: Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

 10.

M. Riza Damanik

Bogor

 11

Layar Nusantara

Semarang, Jawa Tengah

 12

FSNN (Federasi Serikat Nelayan Nusantara)

 

 13

 

Perkumpulan Telapak

Gedung Alumni IPB Jl. Pajajaran No. 54 Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16143

Telp. +62 251 8393245 / 8393246
Email: Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

 

   
   

 
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
:D:):(:0:shock::confused:8):lol::x:P:oops::cry:
:evil::twisted::roll::wink::!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
wow power leveling  - warcraft Power Leveling   |123.145.174.xxx |2009-08-06 01:02:07
if link:http://www.gamcc.com and link:http://www.wotlkgold.netor link:http://www.superpowerleveling.com

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 29 January 2010 )
 

Pengunjung KIARA

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday56
mod_vvisit_counterYesterday377
mod_vvisit_counterThis week757
mod_vvisit_counterThis month3591
mod_vvisit_counterAll61400

Form Masuk






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Statistik

Anggota: 119
Berita: 848
Pranala: 0

Buku Baru

MENJALA IKAN TERAKHIR  Ini tidak hanya sebuah buku yang memberikan informasi, namun juga bukti keseriusan untuk mengungkap situasi kelautan Indonesia.

Serbaneka KIARA

PERNAK-PERNIK KIARA   
RUANG BACA   
BULETIN KIARA
  
South to South (StoS) adalah gerakan penyadaran dan penggalangan solidaritas dengan menggunakan film dan media visual.