| Proyek ADB dan GEF, Maju Selangkah |
| Wednesday, 03 September 2008 | |||||||
|
Derap menuju proyek CTI (Coral Triangle Initiative) bertambah selangkah lagi. CTI adalah proyek raksasa. Selain berlangsung lewat kerjasama antara Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Timor Leste dan Kepulauan Solomon, CTI juga dibiayai oleh GEF (Global Environment Facility) dan ADB (Asian Development Bank). Enam negara yang bekerjasama untuk melangsungkan proyek raksasa ini telah merancang protokol penyelamatan terumbu karang terhadap perubahan iklim.
Penyusunan protokol melibatkan banyak pemangku kepentingan. Kemarin, 2 September 2008, berlangsung Lokakarya Perencanaan Dampak Perubahan Iklim terhadap Terumbu Karang di Sanur, Bali. Acara ini dihadiri oleh 40 peneliti wakil pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Seperti dikabarkan oleh harian Kompas (3/09/08). Protokol hasil pertemuan ini akan menjadi pedoman dan petunjuk pengawasan pemutihan karang di negara masing-masing termasuk Indonesia, seperti diutarakan oleh Elizabeth McCloed, salah seorang ilmuwan Climate Adaptation Scientist Asia Pacific dari The Nature Conservancy. Asumsi mendasar yang mereka angkat bahwa terumbu karang dunia akan habis pada tahun 2050. Pertemuan ini mencapai kesimpulan bahwa kebijakan enam negara yang termasuk kawasan segitiga terumbu karang tersebut menentukan laju kerusakan karang dunia. Upaya ini tampak berlebihan mengingat penyebab utama kerusakan terumbu karang adalah aktivitas pengambilan ikan ilegal oleh kapal-kapal asing dengan cara membom atau menyebarkan racun, bukan oleh perubahan iklim saja.
Powered by !JoomlaComment 3.20
3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|