| “Perdagangan Internasional, Dimana Kesejahteraan Nelayan?” |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | |||||||
| Tuesday, 19 January 2010 | |||||||
|
Medan, 19 Januari 2010
No. : 004/B/DE-JALA/I/2010 Hal : - Lampiran : - Kepada: Yth. Pimpinan Organisasi Anggota Jaringan KIARA Assalamu'alaikum Wr. Wb. Salam Sejahtera untuk kita semua, Salam silaturrahmi, semoga kita senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, diberi kekuatan serta kemudahan dalam menunaikan tugas sehari-hari. Amin. Kesepakatan perdagangan bebas antara China dan ASEAN (ACFTA) akan mengubah Indonesia menjadi pekarangan bagi impor material bahan baku bagi China dan pasar ekspor. ACFTA berikut perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru (AANZ FTA), antara Indonesia-Jepang (IJEPA) mengancam rantai produksi perikanan nasional, menciptakan gap keekonomian dan niscaya meminggirkan rakyat banyak tak mampu baik dari aspek politik, sosial, budaya dan ekonomi, di antaranya nelayan, petambak tradisional, petani dan buruh. Ini adalah sejarah pengulangan kegagalan pembangunan perdagangan di Amerika Latin yang patut menjadi pembelajaran bagi kita di Indonesia. Sistem kekinian beserta tata kerumitannya harus bisa dipahami untuk mengembangkan analisa sosial, prakarsa-prakarsa kritis dan meletakkan kerjasama demokratik berdasarkan prinsip saling menghormati untuk kemandirian perjuangan. Jaringan Advokasi untuk Nelayan (JALA) bekerjasama dengan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mengadakan seminar “Perdagangan Internasional, Dimana Kesejahteraan Nelayan?” yang akan dilaksanakan pada: Hari/Tgl. : Senin, 24-26 Januari 2010 Waktu : 08.00 – 16.30 WIB Tempat : Hotel Antares., Jl. S. M Raja No. 84., Telp. 061-732-4000 Demikian undangan ini kami sampaikan dan terima kasih atas perhatian dan kesediaannya. Hormat Kami, Noor Aida Direktur Eksekutif JALA 0816 312 3876/ Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Powered by !JoomlaComment 3.20
3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 19 January 2010 ) | |||||||
| Berikutnya > |
|---|