kiara.or.id

KOALISI RAKYAT UNTUK KEADILAN PERIKANAN 
 
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
  • default color
  • blue color
  • green color
Home
Kapal Mewah Menggunakan Anggaran tidak Terserap
Saturday, 30 January 2010
Sabtu, 30 Januari 2010 09:35 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengadaan kapal pengawas perikanan seharga Rp14,3 miliar memanfaatkan anggaran yang tak terserap. "Ini tidak melebihi plafon yang sudah ditetapkan. Justru mengoptimalkan anggaran yang tadinya hampir tidak terserap," ujar Aji Sularso, Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Aji Sularso, di Jakarta, Jumat (29/1).

Anggaran tak terserap tersebut, ia menjelaskan, berasal dari anggaran yang sedianya digunakan untuk memodifikasi tiga kapal pencuri ikan China yang akan digunakan menjadi kapal pengawas. Kapal pencuri ikan asal China yang tertangkap tahun 2008 tersebut tidak jadi dimodifikasi karena status hukum kapal tersebut belum jelas, mengingat kasusnya baru sampai di tingkat kasasi.

Saat ditanya kapan pengadaan kapal pengawas baru tersebut terjadi, ia mengungkapkan bahwa perencanaannya telah dilakukan sejak  Juni 2009. Sedangkan revisi anggaran dilakukan sekitar September 2009.

"Kontrak pengadaan kapal itu baru ditanda tangani bulan November 2009," ujar dia.

Alasan memilih kapal pengawas buatan Prancis seharga Rp14,3 miliar tersebut, lanjut Aji, guna menambah kekuatan untuk melakukan pengawasan, khususnya terumbu karang yang lokasinya mayoritas di perairan dangkal.

"Kapal ini mampu menjangkau daerah perairan dangkal tersebut. Sehingga pencuri-pencuri terumbu karang yang kebanyakan dari Thailand dapat juga dikejar oleh PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) kita," jelas Aji.

Selain itu, karena operasi kapal lebih banyak menggunakan layar maka akan menghemat biaya operasional.  Menurut dia, biaya operasional kapal pengawas baru tersebut per hari hanya sekitar Rp1 juta dengan solar 30 liter per hari. Sedangkan kapal pengawas hiu yang ada bisa menghabiskan dana operasional Rp40 juta per hari.

Sebelumnya, Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Riza Damanik berpendapat bahwa pembelian kapal monitoring terumbu karang cukup dengan kapal seharga Rp20 juta hingga Rp40 juta yang sederhana dan tidak berbobot besar.

Ia menambahkan bahwa untuk menyelamatkan terumbu karang pemerintah hanya butuh menghentikan pembuangan limbah ke laut. Selain itu melarang penggunaan pukat harimau atau trawl, juga mengoptimalkan pendidikan lingkungan bagi masyarakat kepulauan.

Terkait pembelian kapal pengawas ini rencananya DPR memanggil Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad untuk dimintai penjelasan pada Senin (1/2) lusa.(Ant/DSY)

Sumber: http://www.metrotvnews.com/mobile-site/text-detail.php?read=9824&tgl=2010-01-30
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
:D:):(:0:shock::confused:8):lol::x:P:oops::cry:
:evil::twisted::roll::wink::!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Galeri KIARA

Photo Galeri

Pintu Masuk

Bergabung




Statistik

Anggota: 165
Berita: 1160
Pranala: 0
Pengunjung: 88053

Kiara Info


awang.lord@yahoo.com

Menu Pengguna

Perundang-undangan

Pengunjung KIARA

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday208
mod_vvisit_counterYesterday314
mod_vvisit_counterThis week3117
mod_vvisit_counterThis month208
mod_vvisit_counterAll112049

Serbaneka KIARA

Fundrising 

Kabar Bahari 

Buku Kiara