| Kapal KKP Rp14,3 miliar sandar di resor mewah |
| Tuesday, 02 February 2010 | |||||||
|
31 Januari 2010 | 12:15 | Nusantara
Kapal KKP (Zul/Primair) Batam - Kapal pengawas perikanan senilai Rp14,3 miliar yang dikabarkan melebihi plafon belum beroperasi dan masih di dok kapal di Nongsa Point Marina, Minggu (31/1). "Kapal itu memang belum jalan, sejak 28 Januari lalu belum ke mana-mana," kata Humas Nongsa Point Marina Ricky. Kapal pengawas ikan itu labuh tambat di resor mewah Nongsa Point Marina, Batam. Ia mengatakan sejak acara serah terima dengan Menteri Perikanan dan Kelautan belum ada aktivitas yang dilakukan kapal. Padahal, kata dia, untuk biaya parkir, setiap bulan, pemilik kapal harus membayar sekitar Rp3 juta. "Tapi, mungkin ada harga khusus, karena ini punya government. Tapi, saya tidak tahu pasti," kata dia. Sebelumnya, Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Riza Damanik berpendapat bahwa pembelian kapal monitoring terumbu karang cukup dengan kapal seharga Rp20 juta hingga Rp40 juta yang sederhana dan tidak berbobot besar. Ia menambahkan untuk menyelamatkan terumbu karang pemerintah hanya butuh menghentikan pembuangan limbah ke laut. Selain itu melarang penggunaan pukat harimau atau trawl, juga mengoptimalkan pendidikan lingkungan bagi masyarakat kepulauan. Terkait pembelian kapal pengawas ini rencananya DPR akan memanggil Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad untuk dimintai penjelasan pada Senin (1/2). (aka/ant) Sumber: http://www.primaironline.com/berita/detail.php?catid=Nusantara&artid=kapal-kkp-rp14-3-miliar-sandar-di-resor-mewah
Powered by !JoomlaComment 3.20
3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|