kiara.or.id

Home arrow Arsip arrow Berita arrow Ada Isu Penjualan Pulau di Sulsel
Ada Isu Penjualan Pulau di Sulsel PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Saturday, 06 February 2010
Jumat, 5 Pebruari 2010 22:18 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bisnis | Dibaca 423 kali

Jakarta (ANTARA News) - Isu perdagangan pulau kembali terjadi di gugusan Takabonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, setelah isu yang sama merebak di Sumatera Barat (Sumbar).

Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) M Riza Damanik di Jakarta, Jumat, mengatakan, penjualan pulau di gugusan Takabonerate diduga dilakukan oleh pejabat publik setempat.

Mengutip seorang pejabat publik di Takabonerate, Riza menyebutkan, ada beberapa pulau yang sedang ditawarkan di antaranya pulau Lampujian, Karampa Caddi, Binabo, Kalakauna, Bungeng Belle, Pulau Rajuni Kecil, dan Pulau Rajuni Besar.

Entah apa maksud dari penjualan pulau-pulau tersebut, namun menurut dia, pejabat publik hanya menginginkan keuntungan ekonomis tanpa mempertimbangkan kelestarian wilayah pesisir sebagai ruang publik dan tempat budaya bahari nusantara dilestarikan.

"Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Tak sepantasnya penjualan pulau dilakukan dengan meminggirkan nelayan tradisional dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil," ujar dia.

Mestinya, lanjut dia, pemerintah urun rembug dengan mereka dan menyusun rencana pengembangan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil demi sebesar-besar kesejahteraan masyarakat kepulauan.

Sementara itu, Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan yang juga Plt Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Syamsul Ma`arif membantah telah terjadi penjualan pulau di gugusan Takabonerate.

"Sama sekali tidak benar karena ada aturan yang ketat untuk itu (penjualan pulau)," tegas dia.

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan 10 pulau terluar yang akan menjadi fokus perhatian untuk dikembangkan di tahun 2010.

Namun program tersebut tidak termasuk dalam target kinerja 100 hari pemerintah, karena kementerian hanya menargetkan penyelesaian penamaan pulau saja.

(T.V002/R009)

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/1265383104/ada-isu-penjualan-pulau-di-sulsel
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
:D:):(:0:shock::confused:8):lol::x:P:oops::cry:
:evil::twisted::roll::wink::!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 06 February 2010 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Pengunjung KIARA

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday57
mod_vvisit_counterYesterday377
mod_vvisit_counterThis week758
mod_vvisit_counterThis month3592
mod_vvisit_counterAll61401

Form Masuk






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Statistik

Anggota: 119
Berita: 848
Pranala: 0

Buku Baru

MENJALA IKAN TERAKHIR  Ini tidak hanya sebuah buku yang memberikan informasi, namun juga bukti keseriusan untuk mengungkap situasi kelautan Indonesia.

Serbaneka KIARA

PERNAK-PERNIK KIARA   
RUANG BACA   
BULETIN KIARA
  
South to South (StoS) adalah gerakan penyadaran dan penggalangan solidaritas dengan menggunakan film dan media visual.