kiara.or.id

KOALISI RAKYAT UNTUK KEADILAN PERIKANAN 
 
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
  • default color
  • blue color
  • green color
Home
PANTAI PUBLIK: Pantai Marunda Akan Hilang
Friday, 12 February 2010
Jumat, 12 Februari 2010 | 03:32 WIB

Jakarta, Kompas - Kekhawatiran warga Marunda akan hilangnya pantai publik di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, agaknya terbukti. Pantai publik Marunda yang kini dihuni 300 jiwa ini rencananya akan diubah penggunaannya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto secara implisit mengatakan, Jakarta memerlukan pantai yang luas dan panjang untuk kepentingan pembangunan ekonomi. ”Seperti di Jepang, pelabuhan di sana panjang sekali. Isinya cuma dermaga, kapal, dan gudang,” kata Prijanto memberikan ilustrasi di kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (11/2).

Menurut Prijanto, kawasan Marunda akan dibangun perluasan Kawasan Berikat Nusantara menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). ”Tetapi, undang- undang yang mengatur KEK masih belum selesai digodok,” katanya.

Pembangunan KEK itu akan dilakukan beriringan dengan memikirkan kelangsungan hidup masyarakat sekitar. Hal itu, misalnya, dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai pekerja di pelabuhan. Pemerintah berharap KEK berpotensi memberikan masyarakat penghidupan lebih layak ketimbang hanya menjadi nelayan. ”Nelayan yang hidup susah karena penghasilannya tak tetap bisa lebih baik kalau punya pekerjaan dengan penghasilan tetap,” ujar Prijanto.

Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono menambahkan, pengkajian desain KEK di Pantai Marunda melibatkan ahli-ahli dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia. ”Saat ini, mereka sedang mengkaji tata ruangnya,” ujar Bambang.

Pantai publik di Marunda yang panjangnya sekitar 1,5 kilometer itu satu-satunya pantai yang bisa diakses warga DKI Jakarta dan sekitarnya secara gratis. Pantai ini juga menjadi tempat nelayan mencari penghasilan.

Menurut Aslyik (45), Ketua Nelayan Tradisional Marunda, sedikitnya ada 210 nelayan yang mengandalkan pesisir pantai tersebut sebagai mata pencahariannya. Jika nanti pesisir tersebut dijadikan pelabuhan KEK, sudah pasti nelayan akan kehilangan pekerjaannya. ”Sebagian besar nelayan di sini berprofesi sebagai nelayan ternak, nelayan tambak, dan nelayan tangkap. Pekerjaan ini sudah dilakukan secara turun- temurun. Kalau digusur, hilang semua mata pencahariannya,” kata Aslyik.

”Jika benar di gusur, banyak usaha kecil warga yang tergusur,” kata Usman salah satu warga setempat. (ARN)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/12/03323425/pantai..marunda..akan.hilang

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
:D:):(:0:shock::confused:8):lol::x:P:oops::cry:
:evil::twisted::roll::wink::!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Galeri KIARA

Photo Galeri

Pintu Masuk

Bergabung




Statistik

Anggota: 165
Berita: 1160
Pranala: 0
Pengunjung: 88014

Kiara Info


awang.lord@yahoo.com

Menu Pengguna

Perundang-undangan

Pengunjung KIARA

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday208
mod_vvisit_counterYesterday314
mod_vvisit_counterThis week3117
mod_vvisit_counterThis month208
mod_vvisit_counterAll112049

Serbaneka KIARA

Fundrising 

Kabar Bahari 

Buku Kiara