| PERIKANAN: Jangan Sekadar Produksi |
| Tuesday, 16 February 2010 | |||||||
|
Selasa, 16 Februari 2010 | 03:10 WIB Jakarta, Kompas - Kementerian Kelautan dan Perikanan diminta untuk tidak hanya terfokus pada kenaikan pertumbuhan produksi perikanan budidaya sebesar 353 persen sampai tahun 2014, tetapi juga meminggirkan persoalan utama yang dialami oleh nelayan tradisional dan masyarakat pesisir. Demikian dikemukakan Koordinator Program Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Abdul Halim di Jakarta, Senin (15/2). Abdul Halim mengemukakan, persoalan yang mengimpit sektor perikanan adalah penurunan aktivitas tangkapan nelayan. Sementara masyarakat pesisir terbelenggu oleh dampak kerusakan ekosistem laut dan pesisir yang ditimbulkan oleh aktivitas perikanan yang mengejar kenaikan pertumbuhan. Tahun 2010, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengusulkan anggaran tambahan dalam APBN Perubahan sebesar Rp 1,6 triliun. Sekitar 50 persen atau Rp 700 miliar dari dana tersebut rencananya dialokasikan untuk menggenjot perikanan budidaya. Menurut Abdul, Kementerian Kelautan dan Perikanan belum optimal mengelola anggaran. Serapan anggaran hanya 70-80 persen dari total anggaran. Penyerapan anggaran yang minim itu menjadi ironis mengingat tingkat kehidupan nelayan tradisional dan masyarakat pesisir belum menunjukkan perbaikan. Sebelum melangkah pada peningkatan produksi, ujarnya, pemerintah harus terlebih dahulu membenahi tata kelola sumber daya perikanan, menjamin akses nelayan dan pembudidaya tradisional terhadap sumber daya perikanan, serta memberikan dukungan permodalan bagi usaha perikanan skala kecil. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengemukakan, pihaknya berpijak pada tiga program prioritas, yakni pembenahan infrastruktur di daerah nelayan dan pesisir, termasuk memberikan fasilitas air bersih dan pasokan BBM. Selain itu, pemberian benih ikan hingga rumput laut secara cuma-cuma kepada pembudidaya dan pelaksanaan konsep ”minapolitan” bagi pesisir, nelayan, dan pulau-pulau kecil. (LKT) Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/16/03101564/jangan.sekadar.produksi
Powered by !JoomlaComment 3.20
3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|