| Janji Revitalisasi Tambak Udang Petambak Dipasena Tagih Janji Menteri Kelautan |
| Friday, 19 February 2010 | |||||||
|
18 Februari 2010 - 12:31 WIB Kurniawan Tri Yunanto VHRmedia, Jakarta - Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3W) Dipasena menagih janji revitalisasi tambak kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad. Revitalisasi tambak macet setelah terjadi penjualan aset PT Dipasena Citra Darmaja ke PT Central Proteinaprima (CP Prima). Ketua P3W Dipasena Nafian Faiz mengatakan, baru 25% blok tambak yang direvitalisasi. Ketika pemerintah menjual 16 ribu hektare tambak udang Dipasena ke PT CP Prima, petani dijanjikan revitalisasi lahan. "Sudah tiga tahun ini tidak ada perubahan," kata Nafian pada unjuk rasa di luar hotel tempat rapat koordinasi Departemen Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Rabu (17/2). Belum meratanya revitalisasi areal tambak menyebabkan kesenjangan sosial. "Petambak yang tinggal di blok yang belum diperbaiki banyak yang jadi tukang ojek. Tambaknya ditelantarkan karena tidak punya modal dan produksi udang terus turun," ujar Nafian. Dalam pertemuan dengan nelayan dan petambak Dipasena, Fadel Muhamad berjanji menghapus bermacam pungutan retribusi terhadap nelayan dan menyelesaikan revitalisasi tambak udang dalam waktu tiga bulan. Fadel juga berjanji memberikan paket usaha bagi nelayan, termasuk kemudahan untuk mendapat bahan bakar minyak. "Semuanya itu prematur, karena tidak pernah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Lebih baik tidak diungkapkan janji ini," kata Ketua Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan Riza Damanik. Seusai bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhamad, nelayan dan petani plasma Dipasena mengadukan kasus ini ke Komisi IV DPR. Anggota Dewan berjanji memanggil dan meminta keterangan Fadel Muhammad. (E1) http://www.vhrmedia.com/Petambak-Dipasena-Tagih-Janji-Menteri-Kelautan--berita3341.html
Powered by !JoomlaComment 3.20
3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|