kiara.or.id

KOALISI RAKYAT UNTUK KEADILAN PERIKANAN 
 
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
  • default color
  • blue color
  • green color
Home
Kaji Ulang Merauke “Food Energy Estate”
Sunday, 07 March 2010
Sabtu, 06 Maret 2010 11:25

Jakarta – Aliansi Desa Sejahtera (ADS) menuntut pemerintah mengkaji ulang Merauke Integrated Food Energy Estate (MIFEE) yang dinilai merugikan rakyat.

Tejo Wahyu Jatmiko, Koordi­nator ADS, Kamis (4/3) mengatakan, penduduk Papua belum siap menerima program ini. Ditambah lagi, MIFEE hanya menguntungkan pihak swasta, sementara rakyat kecil tetap kelaparan. MIFEE hanya mengakomodasi proses pemindahan lahan secara masif ke tangan swasta tanpa menjawab persoalan ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia dan dunia,” katanya.

Witoro, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Beras ADS menambahkan, terlalu riskan jika Indonesia menyerahkan urusan pangan ke swasta. ”Indonesia ingin mengikuti Brasil, padahal program serupa di sana pun berdampak buruk bagi masyarakat dan lingkung­an,” katanya.

Menurutnya, tidak akan ada kemandirian pangan jika semua hal yang terkait pangan, mulai dari benih hingga pemasaran, dikuasai swasta. Seharusnya, investasi untuk pertanian 10 tahun ke depan ditujukan ke petani kecil.

Edi Sutrisno dari Pokja Sawit ADS mengatakan, pembukaan lahan secara besar-besaran akan berdampak kerusakan lingkungan dan menciptakan kantong-kantong kemiskinan baru di sekitar kebun. “Hati-hati jika menganggap food estate, seperti juga kelapa sawit untuk sumber biofuel, sebagai win-win solution memecahkan masalah pangan. Perlu pemikiran matang siapa sebenarnya yang mendapat untung besar,” tegasnya.

Sementara itu, Mida Saragih dari Pokja Perikanan ADS mengatakan, pemerintah seolah setengah hati dalam usahanya menyejahterakan rakyat de­ngan mengeluarkan UU yang makin membuka peluang pemodal asing mengu­asai sektor agraria.

Dengan adanya food estate, swasta akan diberi izin mengelola lahan maksimal 10.000 hektare selama 35 tahun dan bisa diperpanjang. Bahkan, pemerintah sudah memberi izin beberapa perusahaan sehingga sudah ada masyarakat adat yang menjual lahannya dengan harga yang sangat murah. (mg-1)

Sumber: http://www.sinarharapan.co.id/cetak-sinar/berita/read/kaji-ulang-merauke-food-energy-estate/

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
:D:):(:0:shock::confused:8):lol::x:P:oops::cry:
:evil::twisted::roll::wink::!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Galeri KIARA

Photo Galeri

Pintu Masuk

Bergabung




Statistik

Anggota: 165
Berita: 1160
Pranala: 0
Pengunjung: 88101

Kiara Info


awang.lord@yahoo.com

Menu Pengguna

Perundang-undangan

Pengunjung KIARA

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday217
mod_vvisit_counterYesterday314
mod_vvisit_counterThis week3126
mod_vvisit_counterThis month217
mod_vvisit_counterAll112058

Serbaneka KIARA

Fundrising 

Kabar Bahari 

Buku Kiara