| Tren Konsumsi Udang Negara Maju Ancam Mangrove |
| Tuesday, 09 March 2010 | |||||||
|
Selasa, 09 Maret 2010 01:44 WIB JAKARTA--MI: Tren konsumsi udang penduduk negara maju diyakini mengancam keberadaan hutan mangrove di Tanah Air. "Dampak merusak dari pembukaan tambak udang di wilayah pesisir telah ditemui sejak lama. Mangrove dipangkas dan areanya dikonversi menjadi tambak," kata Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Riza Damanik, di Jakarta, Senin (8/3). Menurut dia, luasan mangrove menyempit sehingga kian sulit memastikan terlindunginya wilayah pesisir dari bencana abrasi, angin topan, dan tsunami. Mangrove sendiri merupakan tempat berkembangnya sejumlah spesies seperti ikan dan kepiting, termasuk penyokong kebutuhan sehari-hari penduduk pesisir dunia yang memerlukan kayu bakar serta obat-obatan. Budidaya udang yang kini merupakan tren dunia dan menyuplai konsumsi penduduk di sejumlah negara maju, menurut dia, merupakan ancaman ketahanan pangan dan penghidupan penduduk di negara dunia selatan. Industri udang yang memakai bahan kimia dalam bentuk antibiotik serta pakan, dan buangan tambak, mencemari perairan pesisir. Tidak hanya itu, kebutuhan lahan luas dari industri udang ini selalu berekspansi ke tempat yang subur dan meninggalkan lahan yang tidak lagi produktif sehingga kian memiskinkan komunitas yang hidup di atasnya. Menurut dia, intrusi air laut tidak mungkin terelakkan. Salinasi menurunkan produktivitas lahan pertanian di sekitar pesisir sehingga sulit untuk ditanami bahan pangan pokok seperti padi. Sementara itu, ia mengatakan, konversi lahan gambut dan mangrove menjadi tambak udang turut melepaskan karbon ke atmosfer. (Ant/OL-7) http://www.mediaindonesia.com/read/2010/03/09/128115/89/14/Tren-Konsumsi-Udang-Negara-Maju-Ancam-Mangrove
Powered by !JoomlaComment 3.20
3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|